PUTIHPUTIH

kau mungkin takkan lelah dibodohi
wahai para penegak bayang diri tuhan
berkilau nyata cahaya hitam, nyala taring setan

kau takkan pernah lelah menjadi bodoh
karena bodohmu segalanya
hasil kembang biak buntumu dalam takdir

kau membunuh dengan batu batu
yang melesat dari mulut kosongmu
bersama ayat landas bencimu

kau mengutuk dunia
kau, kutukan dunia
kau bawa dunia dalam hancur compang camping pikir dan hasratmu

kau alat kelamin penyamun, pencipta perang
merasa diri gagah dalam celupan
selaut viagra putih yang berkiblat pada kelaminmu sendiri

kau debu hawa pengganggu
jangan lagi usik damai dunia yang tak pernah sempurna ini
bawa saja dirimu menyenggamai mulutmu sendiri dibawah kolong tempat tidur

Advertisements

Jaaaaaaaaaalaaaaaaaaaaaaaaaan (Panjang)

di jalan panjang
liku tak terlalu
lurus tak berlaku

di jalan panjang
aku melihat lain
lain melihat liyan

di jalan panjang
ada laju yang lelah
ada laju yang lemah

di jalan panjang
bahana adzan
tanda jauh impian

di jalan panjang
matahari pagi mewangi
bulan malam meninggi

di jalan panjang
pagi hanya segulir
sore lalu semilir

di jalan panjang
jarak tertempuh
terkumpul jadi jauh

di jalan panjang
jiwa lalu makin ramai
hati rasa tak damai

lalu lalang lintas begitu saja
pagi berkerumun, malam berhimpun
kita dalam ancam kejam sebotol limun

 

Hitam*

Kutukan memori itu lagi
Segala kebijakan dalam diri habis
Kenangan riang gemilang menari
Setiap bunga adalah duri

Seperti hujan, jejaknya akan kembali dan terkenang
kenangan menggenang dalam hati jadi hikayat
Hikayat sayat diri jadi mayat
Mayat yang melayat kuburnya sendiri

Seperti katanya, “Kau boleh pergi dariku
tapi satu yang kuinginkan, kembalikan diriku
seperti sebelum kumencintaimu” **
Searti aku mati

Selayak Tuhan, dirimu sejauh pejam mata
Dalam doaku, dirimu jadi satu
Dalam renungku, dirimu jadi segalanya
Dalam diriku, dirimu ada didalamnya

Kita adalah hujan beku pertama yang jadi tangis sebuah matahari
Kita adalah pelangi pertama yang jadi janji seorang bayi
Kita adalah alam anggun pertama yang jadi sebuah diri
Kita adalah kita yang tak saling mereka kisah

Kurindu kau dalam cinta dan benci sela memori
Semoga di belah kehidupan yang berbeda, dirimu tetap jauh
Kurindu kau di dalam sini, dalam sebuah dunia yang tak dapat kueja, hanya reka dan terka

*Tercipta saat melamun dengan lagu berjudul Black dari Pearl Jam
**Lagu The Bobrocks berjudul Kandas

Selasih Embun

SS

Jatuh bertubruk melarut
Gelut gulat nun di dalam satu
Menjadi misteri
Tentang rasa mengambang yang mengisi perlahan

Nikmat dunia
Ringkas sekejap dalam santun
Hambar tawar air kehidupan
Nikmat, hikmat, khidmat

Di celah himpit tawa
Yang gelegar, yang palsu
Tersengal bernapas
Seru selalu memburu

Basa – basi
Dansa – dansi
Wara – wiri
Dikerubung wangi
Biarlah, kita yang berserak, menyesap jejak wangi dan pilu kisah hening geming nan gelap asalnya.

 

 
Jakarta, 2016

layang-layang di pinggir jalan

layang layang di pinggir jalan

layang-layang melayang di pinggir jalan

terbang rendah

tarik ulur

maju mundur

seru, adu

klakson membahana tepat di mulut telinganya

terbang lagi, rendah lagi

tarik lagi, ulur lagi

maju lagi, mundur lagi

seru lagi, adu lagi

……

Dan dia merasa lebih tinggi dari layang-layang

tinggi lagi dan lagi

meninggalkan tubuh dan darahnya

-titiklain-