Persetan Denganmu! Tubuh Bisu itu Sedikit Bernyawa!

dan lalu, kau cumbui habis hatimu sendiri
kau senggamai kebenaran itu tanpa tahu gelombangnya

dan lalu, kau minum sendiri kencingmu
akan kau jilat pula ludah kotormu perlahan karena tegak bodohmu

dan lalu, kau basah dan pesing oleh kencingmu
kau perkosa seluruh tubuhmu setiap hari

kebodohanmu tak akan berhenti
biar kau injak atau bakar
kebenaran juga tak akan mati

bisikan itu akan menggema dari kubur hingga kubur
biar aku mati, terserah nisan itu jadi apa
itu kayu bukan batu
aku tak perlu batu

karena akulah mayat hidup
yang menyelinap masuk kemanapun
entah seberapapun
seentah sunyi bunyi isi kosong kepalamu

Maraton Kegilaan*

gundah melata
merasuk pagut ke dalam
racun pikiran
pongah dalam lingkaran

sebuah impian
hasrat halus mendasar
mendorong pelan
jebak hidup lubang dalam

terbelenggu
kau terpagut
menyesak
terjual jiwamu

terbelenggu
kau terpagut
menyesak
perkosa jiwamu

kau menjilat tanah
atas hasrat pengakuan
mati kebebasan
jerat bual pencitraan

impian usang
menelanmu gelap lelap
melumatmu sudah
lelasmu termabukkan

menyesak
terjual jiwamu

menyesak
perkosa jiwamu

 

*judul diambil, terinspirasi dari, dan puisi ditulis selagi mendengarkan lagu Lingkar oleh grup musik MRT dari album Revoke/Repent

Mahkota Kini

berputar
bergulung
mengulang
mengitar dalam ragam adanya

menitik
tetes
menghanyut
di dalam biru yang melarut haru

menyalin
mengangkat
pulang
bangkit dalam bangga lari hampa

keberulangan kekosongan
rajai diri dalam-dalam
adalah mati yang hidup
adalah hidup yang mati

selamat datang !

PUTIHPUTIH

kau mungkin takkan lelah dibodohi
wahai para penegak bayang diri tuhan
berkilau nyata cahaya hitam, nyala taring setan

kau takkan pernah lelah menjadi bodoh
karena bodohmu segalanya
hasil kembang biak buntumu dalam takdir

kau membunuh dengan batu batu
yang melesat dari mulut kosongmu
bersama ayat landas bencimu

kau mengutuk dunia
kau, kutukan dunia
kau bawa dunia dalam hancur compang camping pikir dan hasratmu

kau alat kelamin penyamun, pencipta perang
merasa diri gagah dalam celupan
selaut viagra putih yang berkiblat pada kelaminmu sendiri

kau debu hawa pengganggu
jangan lagi usik damai dunia yang tak pernah sempurna ini
bawa saja dirimu menyenggamai mulutmu sendiri dibawah kolong tempat tidur

Jaaaaaaaaaalaaaaaaaaaaaaaaaan (Panjang)

di jalan panjang
liku tak terlalu
lurus tak berlaku

di jalan panjang
aku melihat lain
lain melihat liyan

di jalan panjang
ada laju yang lelah
ada laju yang lemah

di jalan panjang
bahana adzan
tanda jauh impian

di jalan panjang
matahari pagi mewangi
bulan malam meninggi

di jalan panjang
pagi hanya segulir
sore lalu semilir

di jalan panjang
jarak tertempuh
terkumpul jadi jauh

di jalan panjang
jiwa lalu makin ramai
hati rasa tak damai

lalu lalang lintas begitu saja
pagi berkerumun, malam berhimpun
kita dalam ancam kejam sebotol limun

 

Hitam*

Kutukan memori itu lagi
Segala kebijakan dalam diri habis
Kenangan riang gemilang menari
Setiap bunga adalah duri

Seperti hujan, jejaknya akan kembali dan terkenang
kenangan menggenang dalam hati jadi hikayat
Hikayat sayat diri jadi mayat
Mayat yang melayat kuburnya sendiri

Seperti katanya, “Kau boleh pergi dariku
tapi satu yang kuinginkan, kembalikan diriku
seperti sebelum kumencintaimu” **
Searti aku mati

Selayak Tuhan, dirimu sejauh pejam mata
Dalam doaku, dirimu jadi satu
Dalam renungku, dirimu jadi segalanya
Dalam diriku, dirimu ada didalamnya

Kita adalah hujan beku pertama yang jadi tangis sebuah matahari
Kita adalah pelangi pertama yang jadi janji seorang bayi
Kita adalah alam anggun pertama yang jadi sebuah diri
Kita adalah kita yang tak saling mereka kisah

Kurindu kau dalam cinta dan benci sela memori
Semoga di belah kehidupan yang berbeda, dirimu tetap jauh
Kurindu kau di dalam sini, dalam sebuah dunia yang tak dapat kueja, hanya reka dan terka

*Tercipta saat melamun dengan lagu berjudul Black dari Pearl Jam
**Lagu The Bobrocks berjudul Kandas